Keluar dari Zona Nyaman, Sabrina Go International

Berita26 Dilihat

Merah Putih today – Cerita Vania Sabrina (19), mahasiswa semester empat jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) sukses Go International Lewat Modeling. Masa remaja adalah masa pencarian jatidiri. Itu fase yang dialami oleh banyak kaum remaja. Termasuk yang di alami oleh Vania Sabrina. Dengan memilih jadi model untuk keluar dari zona nyaman.

Perempuan berusia 19 tahun tersebut bercerita. Awalnya dia tidak ada keinginan atau pikiran untuk menjadi seorang model, ayahnya yang memperkenalkan dunia model duduk di bangku kelas tujuh SMP. Padahal dia kurang suka karena ini adalah suatu hal baru dan diluar zona nyamannya.

“Saat SMP, saya cenderung suka olahraga seperti bermain voli. Ayah saya mendaftarkan saya ke sekolah modelling, agar saya bisa belajar catwalk dan membuka potensi baru,” ucap Sabrina

Seiring berjalannya waktu, dia mengikuti berbagai fashion competition. mulai dari dalam Kota Surabaya, luar kota bahkan hingga ke luar negeri. Prestasi inilah yang membuat dia dapat golden tiket masuk Unesa.

“Lomba tingkat nasional hingga Internasional semua sudah saya ikuti. Hingga akhirnya, saat ini saya menyukai profesi saya,” imbuh mahasiswa semester empat jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).

Sekitar 40 kali lebih dia meraih juara, termasuk dari juara harapan sampai ke juara satu. Salah satu yang paling bergengsi yaitu Juara 1 Face Icon Malang Fashion Week 2021.

“Aku juga pernah juara 1 Bali International Model Hunt 2023, dan Juara 2 Runner Up Inacraft Model Hunt 2025,” bebernya.

Sabrina juga pernah dua kali menjadi delegasi budaya dari Indonesia ke Malaysia dan Melaka, untuk show sebagai official model. Dia membawakan baju karya desainer terkenal dari Malaysia seperti Evita Mairesse, Hasfitri Yusof, Siti Liza, Izwani Official, dan Masterpice by Masrina Abdullah.

“Dan baru-baru ini masuk di paguyuban Cak Ning Surabaya 2025. Masih banyak show juga yang saya ikuti, dan tidak bisa saya sebutkan satu per satu disini.

Bagi dia, menurutnya dunia modelling itu sangat beragam. Tidak hanya berlenggak-lenggok diatas karpet catwalk saja. Tapi dia dapat melihat bagaimana personality orang, gaya berpakaian, gaya style makeup, gaya bicara, dan juga manajemen waktu.

“Semenjak menjadi seorang model, saya banyak belajar, seperti menjadi paham cara makeup, cara styling baju, memanajemen waktu dan selfcare. Tentunya kita menambah banyak relasi baik untuk branding dan portofolio,” ujarnya.

Dari dunia modelling ini dia dapat penghasilan, ia sering menjadi model untuk photoshoot brand, dan juga fashion show beberapa desainer di Surabaya bahkan desainer Indonesia dan luar negeri.

“Seperti menjadi official model di Malang Fashion Week, menjadi official model untuk The 25th Inacraft Anniversary, menjadi model untuk Mandjha Ivan Gunawan Collection dan masih banyak lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *