Merah Putih today – Pelantikan 1000 Pengurus 33 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Malang. HKTI memiliki peran strategis simpul penghubung. Ini disampaikan oleh Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., menghadiri pelantikan yang dihelat di Pendopo Agung Malang, Jalan Agus Salim no.7, Kota Malang.
Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh Pengurus Anak Cabang HKTI Kecamatan se-Kabupaten Malang yang resmi dilantik. ” Selamat dan sukses kepada segenap pengurus PAC HKTI Kecamatan se-Kabupaten Malang yang dilantik hari ini,” ujar, Sanusi dalam sambutannya.
Disampaikan Sanusi bahwa Kabupaten Malang dianugerahi potensi pertanian yang luar biasa, mulai dari kesuburan tanah, ketersediaan sumber daya air, hingga keragaman komoditas pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan.
Namun demikian, kemajuan sektor pertanian tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan alam, melainkan harus didukung oleh pemanfaatan teknologi, penguatan kelembagaan, inovasi, serta jejaring pasar yang solid.
“HKTI memiliki peran strategis sebagai simpul penghubung antara petani dengan dunia industri, lembaga keuangan, dan pasar global. Sebagaimana sering disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto, memuliakan petani adalah kunci, karena tanpa petani tidak ada pangan, dan tanpa pangan tidak ada bangsa,” terang, Sanusi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, lanjut Sanusi, telah berkomitmen dalam memperkuat sektor pertanian dengan menggulirkan berbagai kebijakan dan program, di antaranya penerapan teknologi pertanian modern, penguatan bibit dan riset, perluasan akses pembiayaan.
Tak hanya itu, menurutnya, pelatihan digital marketing produk pertanian, serta penataan rantai pasok dan sistem logistik, dan diharapkan HKTI dapat semakin dekat dengan petani di tingkat kecamatan dan desa, menyerap aspirasi lapangan, serta memperjuangkan kebutuhan riil petani.
” Jadikan HKTI organisasi yang hidup, produktif, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani, jangan berhenti pada pelantikan dan rapat-rapat semata.
Apalagi, tambah Sanusi, tantangan sektor pertanian ke depan akan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim ekstrem, fluktuasi harga pupuk dan komoditas, keterbatasan regenerasi petani muda, hingga tekanan global terhadap ketahanan pangan.
” Jadi dibutuhkan kerja kolaboratif. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, dunia usaha tidak bisa bergerak sendiri, dan petani tidak dapat berjuang sendirian,” tutupnya.
Dalam kegiatan tersebut, selain Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., tampak hadir Ketua DPD HKTI Jatim H. M. Arum Sabil serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang KH Misno Fadlol Hijja, dan Dewan Pembina HKTI Jawa Timur yang juga mantan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurcahyanto.






