Perluas Jangkauan Transportasi, Kadishub Jatim: Tambah 8 Armada Trans Jatim Luxury Tahun Ini

Pemerintahan20 Dilihat

Merah Putih today – Strategi memperluas jangkauan transportasi masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus mematangkan strategi untuk memperluas jangkauan transportasi publik.

Di tengah keterbatasan anggaran, Dishub Jatim berencana menambah 8 armada baru untuk layanan Trans Jatim Luxury pada 2026, melengkapi 16 unit yang sudah beroperasi saat ini.

Setiap tahunnya pemerintah alokasikan dana sekitar Rp250 miliar untuk operasional Trans Jatim. Agar layanan reguler tetap terjangkau, kehadiran kelas Luxury menjadi solusi finansial yang cerdas,” ungkap Kepala Dishub Jatim Nyono.

Langkah penambahan armada baru ini, menurut dia, bukan sekadar menambah pilihan kelas, melainkan bagian dari strategi subsidi silang. Tujuannya agar layanan bus Trans Jatim bisa menjangkau wilayah pelosok tanpa harus membebani APBD secara berlebihan.

“Agar layanan bisa menjangkau pelosok Jawa Timur, kami menerapkan subsidi silang. Koridor yang sudah mapan akan kita mandirikan melalui layanan non-subsidi ini.

“Intinya, walaupun anggaran kita relatif tetap, jangkauan layanannya bisa jauh lebih luas karena koridor yang sudah mapan bisa dimandirikan melalui layanan non-subsidi,” ujarnya.

Lanjutnya, berbeda dengan kelas reguler yang bertarif Rp5.000, Trans Jatim Luxury dipatok dengan harga Rp30.000 untuk jauh maupun dekat. Meski lebih mahal, Nyono optimistis pasar kelas menengah tetap berminat karena aspek kenyamanan yang ditawarkan. “Karena jaminannya untuk luxury jelas kenyamanan.

Dengan harapan, dalam layanan Trans Jatim Luxury, seluruh penumpang mendapatkan tempat duduk dan tidak ada penumpang berdiri. Berbeda dengan Trans Jatim reguler yang pada jam sibuk kerap dipadati penumpang berdiri.

Dishub menargetkan penambahan sejumlah koridor baru, di antaranya tiga koridor di kawasan Gerbangkertosusila, dua koridor di Malang Raya, serta masing-masing satu koridor di Kediri Raya, Jember, Madiun, Pamekasan, dan Bojonegoro.

Strategi tersebut diterapkan untuk mengejar target pemerataan layanan Trans Jatim di seluruh wilayah Jatim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *