Tim Gabungan Lakukan Upaya Pencarian Anak Tenggelam di Bengawan Solo

Berita19 Dilihat

Merah Putih today – Kejadian anak tenggelam di Sungai Bengawan Solo, di kawasan Taman Mahoni, Desa Kendal, direspons cepat Polsek Sekaran Polres Lamongan bersama tim gabungan dari Basarnas, BPBD serta Satpolairud Polres Lamongan.

Sebelumnya, respon cepat dilakukan, Kapolsek Sekaran Iptu Ahmad Zunaedi, bersama Kasat Polair AKP Guntur memimpin langsung kegiatan apel pencarian korban tenggelam di lokasi kejadian.

Apel pencarian tersebut diikuti oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur Polri, relawan, serta instansi terkait,” ungkap Kapolsek Sekaran, Iptu Ahmad Zunaedi. Rabu, 4 Februari 2026.

“Sehari sebelumnya, imbuh dia, telah dilakukan proses pencarian, kini memasuki hari kedua. Dalam upaya pencarian lanjutan ini, dikerahkan tiga unit perahu karet, masing-masing dari Basarnas Bojonegoro satu unit, BPBD Kabupaten Lamongan satu unit, serta dari Satpolairud Polres Lamongan sendiri satu unit.

“Pencarian tersebut dilakukan dengan menyusuri aliran Sungai Bengawan Solo di sekitar lokasi korban terakhir terlihat, dengan mempertimbangkan faktor arus sungai serta kondisi cuaca,” tutupnya.

Sementara itu, Kasihumas Polres Lamongan Ipda M Hamzaid, menambahkan sebelumnya, pada Selasa sore (03/02) sekitar pukul 16.00 WIB, korban MN (13) bersama teman-temannya berenang di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Babakan Taman Mahoni Desa Kendal.

“Saat berenang, disampaikan Ipda Hamzaid, korban MN diduga kelelahan dan meminta tolong. Teriakan tersebut didengar oleh seorang penjual es di sekitar lokasi, yang kemudian bersama warga berusaha memberikan pertolongan,” tambah Ipda Hamzaid.

Dalam kejadian tersebut, satu anak berinisial R (14) berhasil diselamatkan oleh warga, sementara korban MN hingga kini belum ditemukan serta dalam pencarian oleh tim.

Polri bersama tim gabungan berkomitmen untuk terus melakukan pencarian secara maksimal serta bersinergi dengan seluruh pihak demi keselamatan dan kemanusiaan.

Upaya pencarian hari pertama terpaksa dihentikan sementara, akibat hujan deras dan angin kencang yang membahayakan keselamatan.

Oleh karena itu dan atas kejadian ini, Ipda Hamzaid mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak di sekitar sungai maupun perairan terbuka, terutama saat kondisi cuaca tidak bersahabat.

“Orang tua diharapkan meningkatkan pengawasan demi mencegah kejadian serupa,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *